REKAMAN PENDEK ATAS JALUR PANJANG SASTRA INDONESIA
Oleh: Heru Marwata Membaca sastra Indonesia bagaikan mengikuti lekuk tubuh kereta api dunia. Pada suatu masa jalurnya pendek atau sangat pendek sehingga tak terlalu menantang para masinis meskipun kadang-kadang demikian bermakna bagi para penggembala lokomotif perkasa. Di saat yang lain alurnya demikian panjang, meliuk-liuk, menembusi belantara, menerowong perbukitan, menjelajah dari satu wilayah ke wilayah lain dalam cekaman historia yang romantis sehingga membuat “ngiler” semua masinis untuk mengulur guyur tegur sepasang titiannya dari masa ke masa. Seperti kereta pada umumnya, kereta sastra Indonesia juga membawa serta gerbong-gerbong bermuatan kisah serta deret potret yang selalu tak sama di antara sekian banyak stasiun atau perhentian. Macam ragam zaman kehidupan ikut memberi nuansa. Kereta sastra Indonesia memiliki jadwal keberangkatan dan kedatangan yang beragam. Gaya, warna, dan penampilan mereka juga beraneka. Ada yang berlari kencang menuju arah matahari terbit a...