Posts

Showing posts with the label Kajian Ilmiah Sastra

51 PENYAIR PILIHAN DALAM BANGGA AKU JADI RAKYAT INDONESIA

Image
Oleh: Cunong Nunuk Suraja Dengan dibalut bendera Merah Putih tiga sosok wajah dengan jenis rambut berbeda dan wajah penuh ria menjadi sampul buku yang menghimpun kurang lebih 200an puisi yang disunting oleh Adri Darmadji Woko, Dharmadi, Handrawan Nadesul dan Kurniawan Junaedhie menjadikan buku punya nilai nasionalisme yang mumpuni.  Judul yang hampir mengacu pada kepesimisan buku kumpulan Taufik Ismail  Malu aku jadi Orang Indonesia  ataupun esai Mochar Lubis   Manusia Indonesia  judulnya merupakan judul sajak editor yang terkutip dengan sempurna di bawah ini Bangga Aku Jadi Rakyat Indonesia Bangga aku jadi rakyat Indomnesia Guru lapar masih tertawa Anak makan tiwul lolos masuk universiti Petani terus mencangkul meski pak camat ingkar janji Tak menggerutu setengah hari antre cuma buat obat diare Tak gusar berdesakan bayar listrik atau beli karcis kereta api Sabar bikin KTP harus menunggu lurah pulang menjahit safari Terima na...

KONSTRUKSI SEKSUALITAS PEREMPUAN DALAM KEINDAHAN DAN KESEDIHAN KARYA YASUNARI KAWABATA

Oleh: Agung Pranoto Pendahuluan Teks sastra banyak yang merekonstruksi tubuh dan seksualitas perempuan. Rekonstruksi tubuh dan seksualitas perempuan akhir-akhir ini tidak hanya dilakukan oleh penulis laki-laki. Penulis perempuan akhir-akhir ini tidak lagi merasa ‘jijik’ ketika harus mengonstruksi persoalan tubuh, hasrat seksual, maupun relasi seksual perempuan (pinjam istilah Pakasi, 2007) ke dalam karyanya. Di dalam sastra Indonesia misalnya, kita bisa melihat bahwa kehadiran Ayu Utami melalui novel Saman (DKJ, 1998) adalah awal mula tonggak dominasi genre sastra baru di dunia ketiga, yaitu ”sastra wangi” tahun 2000-an. Namun kedatangan sastra wangi banyak yang memperdebatkan. Karena sastra wangi itu sendiri adalah hal baru, dimulai oleh Ayu Utami, Djenar Maesa Ayu, dan berderet nama yang berkedok feminisme—menyatakan hak asasi berbicara masalah diri sendiri, termasuk di dalamnya Fira Basuki, Nukila Amal, Dewi Lestari, Rieke Dyah Pitaloka, Dinar Rahayu, Naning Pranoto, dan sebaga...