Posts

Showing posts with the label Puisi Cunong Nunuk Suraja

PUISI USIA TUJUH TAHUN

Puisi: Cunong Nunuk Suraja sekolah itu membuka cakrwala menuju labirin menyusup dalam jala-jala waktu mengkerangkeng kaca mata kuda hitam putih beda warna  kelamin memancung kepala ingatan petuah ibu puisi terpotong tujuh serpihan berserak mencermin mozaik wajah 2018

MEPERKUDA PUISI

Puisi: Cunong Nunuk Suraja kepada kritikus sastra cyber memacu laju kuda beban garam Kuningan larut ke laut imajinasi kacamata penolak mantra psedo Freud memasuki hutan berjalan cagak bernama lidah Robert Frost meludahi ranting jalan basah kendali dikunyah besi zaman kolonial dipermak cepat saji congklangan jejak samar biner kau-aku kalian-liyan menanda warna-warni bianglala kata menjorok pada jerit binatang jang menerjang palang Rendra Chairil Anwar rambu pikir logis tersedak labirin makna serapah pepatah moyang cadar bertikai bayang orientasi salah kaprah mementahkan serangga dasar katak melompati kolam hutan beton grafiti kota terendam cuaca salah eja meluruhkan salju putih malam natal di persinggahan pemburu di pondok menunggu temaram mangsa mengoyak menghapus petaka bumi sendiri menanak harap langit muntahkan hujan caci maki kemacetan kota meningkap angin metapurna hikayat sejarah komunikasi tanpa bunyi makanlah makna kamus lusuh penyair renta didera encok bahasa ...

Puisi puisi Pendek Cunong

Puisi: Cunong Nunuk Suraja BUKAN MENU HARU BIRU sejumput senyum dikulum basah bunga rumput digoyang Riverview Drive 306, Cokumbus OH -2080 MENU SPECIAL tiga telur ceplok mata sapi ditaburi puisi Riverview Drive 306, Cokumbus OH -2080 MENU PAGI sepiring puisi Imron Tohari haiku kigo kireji Riverview Drive 306, Columbus OH -2080 MENU SIANG segrobak dukotu sungsang Hardiyono Sulang tanda silang Riverview Drive 306, Cokumbus OH -2080 MENU MALAM mengumpulkan sisa-sisa hutang segobang-segobang kata puisi Sutardji Riverview Drive 306, Cokumbus OH -2080

MALAM INI

Puisi: Cunong Nunuk Suraja ingin kutidurkan puisiku di sela bulu matamu diksi-diksi putih kupilih untuk mengusap lekuk pipimu kujalin lilitan metafora menudupi helai-helai rambut ikalmu kubisikkan kelembutan agar tak terusik mimpimu di rekah bibirmu kukulumkan senyum imaji termerdu kau ingin mengetuk kelopak bunga membaurkan dupa syair mencincang bayang malam di cermin kamar hotel meneriaki lelatu merubung pelita minyak menghanguskan menelanjangi bulan di balik semak imaji sajak menertawakan rama-rama mengepak cuaca sungsang 2081

SEPATU PISANG

Puisi: Cunong Nunuk Suraja pisang bertali tak digoreng tali pengikat bungkus gorengan semua isu sastra cyber mencoreng sastra manalagi yang harga gocengan? pisang meja pisang hijau enak disantap seusai ngopi penggiat sastra cyber tak usah risau tatap layar laptop or tap memuisi pagi pisang raja paling enak dikolak tambah manis dicampur kolang-kaling dulu tahun 2000 sastra cyber ditolak tak lebih satu setengah dekade mulai kempling 2081