Posts

Showing posts from December, 2017

SEKILAS TENTANG DIKSI PADA PUISI

Oleh: Indra Intisa Menurut KBBI, diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan). Dalam karya apapun, diksi merupakan hal penting yang harus diracik oleh penulisnya. Secara umum orang menilai diksi hanya milik puisi semata. Padahal bukan. Dalam menulis prosa pun kita harus mampu memilih dan meracik diksi yang tepat guna supaya karya yang dihasilkan tidak bertele-tele, selaras tetapi tetap enak dibaca. Khusus kepada puisi, diksi merupakan salah satu unsur penting yang harus dikuasai oleh para penyair. Pemilihan diksi yang tepat tentu akan berpengaruh besar pada puisi yang telah ditulis. Kenapa begitu? Kita ambil contoh saat kita membuat kursi. Bahan apa yang harus kita perlukan? Mungkin bisa saja paku, kayu, gergaji, alat pengukur, sketsa, dsb. Alat-alat atau bahan yang diperlukan juga harus tepat guna. Yang tidak tepat guna akan menjadikannya tidak bermanfaat, boros waktu, b...

NAKALNYA REMY SYLADO KETIKA MENYENTIL ORANG YANG SUKA MENYINGKAT KATA DAN MENTAL ORANG INDONESIA MELALUI PUISI MBELING-NYA

#Apresiasi_Puisi Oleh: Indra Intisa Remy Sylado adalah salah seorang seniman Indonesia yang mempunyai bakat dan keahlian yang luar biasa banyak. Ia mampu menulis karya sastra puisi, novel, esai, hingga naskah drama. Ia juga berkecimpung dalam seni musik, seni rupa, seni lukis dan terutama seni teater, tentunya aktor juga. Bakat dan keahliannya ini tentu menjadikannya sebagai salah seorang aset bangsa yang banyak dijadikan panutan. Tahun 70-an, Remy Sylado bersama kawan-kawan, melalui majalah Aktuil yang dipimpinnya  mampu menghentak dan menggemparkan dunia perpuisian Indonesia. Ia menawarkan bentuk dan gaya baru dalam berpuisi. Gaya yang terkesan nyeleneh, main-main, tidak serius dan nakal. Konsep yang dianutnya adalah sebagai bentuk perlawanan dari puisi mapan yang terkesan serius yang didewa-dewakan orang para sastrawan. Puisi seperti ini mampu menarik banyak perhatian anak muda. Dan sampai sekarang banyak seniman yang mencintai gaya puisi yang terkesan urakan ini. Bagi peny...

CARA MENGIRIM KARYA KE MEDIA MASSA

Oleh: Indra Intisa Beberapa kawan mungkin pernah berniat untuk mengirim karya sastra seperti puisi dan cerpen ke media massa, seperti koran kompas, tempo, dst., tetapi masih bingung caranya. Berikut caranya: 1. Sebelum karya dikirim, siapkan naskah sebaik dan sematang mungkin. Endapkan dan lihat berulang-ulang untuk menghindari salah ketik, salah tulis, dsb. Karya atau naskah harus dan rapi dan jelas; 2. Siapkan email. Jika belum punya, segera buat email baru. Bisa melalui gmail, yahoo, outlook, dst; 3. Karya ditulis di microsoft word (doc). Ukuran kertas A4 dan jenis huruf: times new roman, 12 pts; 4. Untuk pengiriman sajak/puisi, biasanya media menyarankan kepada para penulis untuk mengirim minimal 5 judul sekaligus. Dari lima judul tersebut biasanya akan diseleksi ulang sebelum diterbitkan. Silakan pilih dan masukkan puisi yang dirasa paling baik dan paling kuat ke dalam word tadi. Urutannya: halaman 1, puisi 1; halaman 2, puisi 2; dst., sampai halaman 5. Kemudian di halaman te...

KIAT MENERBITKAN BUKU UNTUK PEMULA

Oleh: Indra Intisa Bagi kawan-kawan yang belum pernah menerbitkan buku dan belum tahu cara penyusunannya, maka bisa menyimak poin-poin berikut: 1). Siapkan naskah dalam microsoft word: ukuran kertas A4, ukuran huruf 12 pts, jenis huruf, times new roman. Jarak baris adalah 1.5 spasi. Biasanya ini adalah format standar penerbitan. 2). Naskah diendapkan terlebih dahulu, supaya bisa disimak baik-baik, diedit dan diperbaiki kekurangannya. Jangan terburu-buru menerbitkannya. 3) Jika naskahnya dalam bentuk puisi dan cerpen, sebaiknya ditulis dalam satu tema. Jangan biarkan tulisan terberai dengan tema berbeda. Kecuali sengaja ditulis begitu sabagai kumpulan (antologi) karya bebas. 4). Tidak ada salahnya meminta masukan ke kawan yang lebih paham sebelum karya diterbitkan. Biar ada masukan dan kritik membangun untuk karya kita. 5). Karya yang baik harus melaui riset yang baik dan lengkap. Tidak dibuat-buat sekenanya. Apalagi menyangkut sains, sejarah, dst. Perbanyak referensi dan sumber p...

SEBUAH WUJUD CATATAN WIJI THUKUL

Oleh: Eko Windarto Puisi adalah satu wujud dalam gerakan kehidupan manusia. Menulis puisi memang membutuhkan image atau khayalan dalam menciptakan puisi, meski khayalan atau metaforanya banyak orang mengatakan bahwa puisi adalah khayalan belaka. Padahal menciptakan puisi itu tidak sekedar berkhayal atau bermetafora saja, tapi butuh literasi yang cukup memadai jika ingin menjadi penulis puisi yang puisinya tak lekang oleh waktu. Memang puisi anggur dan puisi yang mampu mencatat sejarah tak bisa dibanding-bandingkan, tak mungkin, hal itu sama saja mempersoalkan anggur dan rembulan. Ia tak bisa dibanding-bandingkan tapi paling tidak bisa dibedakan, mana yang tetap mempunyai nilai-nilai abadi, universal dan mana yang mempunyai nilai-nilai sesaat dan cepat dilupakan. Coba kita renungkan nilai-nilai abadi dalam puisi Wiji Thukul. Widji Thukul: CATATAN udara AC asing di tubuhku mataku bingung melihat deretan buku-buku sastra dan buku-buku tebal intelektual terkemuka tetapi harganya O...

IMAJINASI DAN METAFORA DALAM PUISI

Oleh: Eko Windarto Membaca sebuah puisi seakan kita dibawa menyelami wisata lautan aksara. Banyak orang setelah membaca puisi berusaha menangkap maknanya. Bagi seorang penyair, menulis puisi karena tergoda keadaan dan alam sekelilingnya, yang jelas ia mempunyai tujuan. Sebuah puisi bisa menjadi batu loncatan mencapai tujuan hidup dari kebesaran Allah. Tak kalah penting gaung suaranya menggema mengisi hati yang sudah ditetapkanNya. Imajinasi dan metafora dalam puisi CANGKANG TELUR penuh dengan penggambaran simbolis alam, keadaan sekeliling, juga dramatisi jiwa yang begitu kental kearah religi secara dalam dan seimbang. Memang, dalam menangkap makna yang terkandung dalam sepotong puisi butuh kearifan dan pengertian menangkap mata batin sang penyair. Setiap apresiasi dan pendapat orang dengan orang lainnya pasti berbeda, bahkan bisa kontradiksi. Semua itu akibat puisi prismatis. Bisa mengapung dan melebar. Coba kita berwisata dalam puisi Edy Witanto di bawah ini. Cangkang telur Oleh: ...

DI DEPAN PINTU

Puisi: Eko Windarto di depan pintu waktu memukul jantungku dada terharu mengikuti langkahmu mengekalkan gelap mata sebelum perasaan selesai mengeja luka kau pasti tahu senyum lugu anak-anakku mencium harapan dan perasaan itu waktu makin sempit aku harus gesit sebelum sendi-sendi hati menggigit ingat waktu pergi sesudah itu tak kembali karena hak bukan punyaku lagi Batu, 9122017

MENYELAMI RINDU INDRA INTISA

Oleh: Eko Windarto Membaca puisi Rindu Indra Intisa, seperti merasa berada dalam kenangan diwaktu mengajak anakku melempar kapal dari kertas bekas yang saya buatkan, ketika itu Si Kecil melempar kapal kertas itu ke sungai, maklum rumah kami di atas tebing sungai Brantas, hingga kapal itu hanyut, dan hilang dari pandangan mata. Seperti saya yang sedang menyelami puisi Rindu. Saya terhanyut oleh rindu yang terantuk batu kali, atau hancur sebelum sampai muara? Entahlah. Mari kita nikmati puisi RINDU di bawah ini: RINDU Oleh: Indra Intisa kautulis rindu di riak-riak sungai di antara gemercik air batu-batu runcing dan pusaran mengalir terus menerus. jika hujan, riakmu membesar bibir sungai pecah-pecah kau meluap ke rumah-rumah ke jalanan ke sawah-sawah. jika kemarau, riakmu mengecil airmu jernih ikan-ikan memutih 2017 (Indra Intisa) Indra Intisa rupanya menyimpan rindu yg begitu panjang. Sampai sampai tak bisa kutebak rindunya. Kadang rindu itu membahayakan, kadang mengasy...

PENGARUH PUTIKA ATAU PUTIJU DALAM PUISI

Oleh: Eko Windarto Dari tema puisi Indra Intisa ini cukup menarik. Butuh perenungan tersendiri. BAHWA SESUNGGUHNYA KEMERDEKAAN ITU IALAH HAK SEGALA BANGSA DAN OLEH SEBAB ITU KEMISKINAN DI ATAS DUNIA HARUS DIHAPUSKAN KARENA TIDAK SESUAI DENGAN... Ini saya pikir judul nyleneh alias terpengaruh PUTIJU atau PUTIKA puisi tiga kata. Sangat menyakinkan bahwa dia sengaja membuat judul semacam itu buat melebarkan pengaruh konsep PUTIKA yang sudah dibuat lumayan lama. Dari tema atau judul saja sudah menampakkan puisi yang unik dan simbol yang bukan sembarang simbolis saja, tapi ada muatan sosial, politik, dan moral dalam undang-undang 1945, dan yang termaktub dalam Pancasila. Memang kemerdekaan adalah hak segala bangsa yang sesuai dalam butir-butir Pancasila. Jika merujuk pada undang-undang dasar 1945, serta butir-butir Pancasila, maka seharusnya kemiskinan sudah hengkang dari bumi Pertiwi ini yang gemaripah loh jinawi. Tapi sayang, negeri ini terlalu banyak tikus-tikus yang menggerogoti hingg...

MEME

Puisi: Nanang Suryadi kita membuat gambar gambar lucu dan tertawa menertawakan diri sendiri hingga lupa apa yang diderita apa yang dirasa karena semua telah menjadi kelaziman kewajaran yang terus diulangulang dan kita membuat gambar gambar penuh tawa hingga lupa kita punya luka dan perih tak terhingga karena kebohongan diulangulang dipercaya.menjadi kebenaran dan kita membuat gambar lucu diri kita sendiri yang tertawa lebar menertawakan kebodohan diri sendiri Bandung, 9 Desember 2017

SASTRA SIBER SEBAGAI PEMBAWA PESAN PERDAMAIAN

Seminar yang mengangkat tema "SASTRA SIBER SEBAGAI PEMBAWA PESAN PERDAMAIAN" ini akan dilaksanakan pada hari Jumat, 15 Desember 2017 jam 13.00-17.00 WIB di Aula Faultas Teknik Untirta Cilegon. Pembicara 1. Prof. Dr. Irwan Abu Bakar, Malaysia 2. Dr. Free Hearty, Indonesia 3. Dr. Victor Pongadev, Rusia 4. Rohani Din, Singapura 5. Mahroso Doloh, Thailand 6. Muhammad Rois Rinaldi, Indonesia Registrasi: Umum: Rp50.000 Pelajar: Rp25.000 Segera daftarkan diri Anda. Dapat langsung ke sekretariat Gaksa: Jl. H. Abdullah, No. 62, Link. Citangkil, Kota Cilegon. Atau hubungi para panitia pendaftaran: 0896-1193-8240 (Muamar) 0823-1092-2224 (Hikmat) 0859-2014-2044 (Bu Purwanti) Boleh juga daftar via online: https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfeodVJgtpDsABwohn0OZTk9KsB3tdVBaJo00FJ445mCyzZZQ/viewform TERBUKA UNTUK SIAPA SAJA. Murid boleh ajak gurunya atau guru boleh ajak murid-muridnya, ibu boleh ajak anak-anaknya, anak boleh ajak ibu dan bapaknya. Teman ajak temannya, ...